
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketangguhan nasional menghadapi bencana melalui penyelesaian pembangunan Gedung Backup Multi Hazard Early Warning System (InaTEWS) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Denpasar, Bali. Gedung ini akan berfungsi sebagai pusat komando cadangan layanan informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, serta sistem peringatan dini tsunami, terutama apabila pusat utama di Jakarta tidak dapat beroperasi.
Proyek strategis ini diresmikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Turut hadir pula Direksi WEGE, yaitu Direktur Utama Hadian Pramudita dan Direktur Operasi I Bagus Tri Setyana.
Sebagai perusahaan penyedia ruang terintegrasi, WEGE merancang pembangunan gedung ini dengan pendekatan khusus, menyesuaikan karakteristik tanah Denpasar yang berpasir. “Kami menerapkan teknologi Base Isolation tipe Lead Rubber Bearing (LRB) sebanyak 18 titik untuk memastikan bangunan memiliki ketahanan terhadap gempa, sekaligus mendukung operasionalisasi pusat data tsunami secara aman dan stabil,” jelas Hadian.
Pembangunan fasilitas ini memperkuat posisi Indonesia sebagai simpul penting dalam jaringan mitigasi bencana regional kawasan Asia-Pasifik melalui IOTWS (Indian Ocean Tsunami Warning System). Dengan kapasitas sebagai pusat distribusi informasi peringatan dini ke 28 negara anggota, Indonesia memainkan peran strategis dalam kesiapsiagaan kawasan.
WEGE sendiri sebelumnya telah dipercaya membangun fasilitas pendidikan BMKG, yaitu Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) di Tangerang dengan konsep bangunan hijau, yang rampung pada Maret 2024 lalu.
Pembangunan Gedung InaTEWS ini juga selaras dengan visi terbaru WEGE, yaitu “Menjadi mitra yang terpercaya dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan”, serta misi perusahaan dalam memperkuat kepercayaan dan transparansi, mengintegrasikan teknologi, hingga menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari operasional.
Apresiasi atas proyek ini juga datang dari Kepala BNPB dan Wakil Gubernur Bali yang menekankan pentingnya gedung ini dalam mempercepat penyampaian informasi bencana secara real-time ke berbagai daerah. Hal ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko korban jiwa saat bencana terjadi.
Dengan penyelesaian proyek ini, WEGE menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur publik yang andal dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.