
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berkolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM UAD) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “ESG Leadership: Menghadapi Tantangan Keberlanjutan Bisnis Masa Depan” pada Jumat, 19 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen WEGE dalam mendukung peningkatan literasi keberlanjutan, khususnya terkait penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam dunia bisnis dan industri konstruksi. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai peran ESG sebagai bagian penting dalam pengelolaan perusahaan, mitigasi risiko, peningkatan daya saing, serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, WEGE menghadirkan dua narasumber dari fungsi ESG, yaitu Yayuk Dwi Indriani, SE.Log, MM.Log, CILT, CCMS, CSCM, Manager Department ESG WEGE, serta Belinda Sofia Nuraeni, S.KM., MM, Junior Expert ESG WEGE.
Pada sesi pemaparan, Yayuk Dwi Indriani menjelaskan bahwa ESG menjadi isu strategis yang semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan pembangunan yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan perhatian investor terhadap kinerja keberlanjutan, serta kebutuhan perusahaan untuk memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“ESG tidak hanya menjadi kewajiban pelaporan, tetapi juga harus menjadi bagian dari strategi dan proses bisnis perusahaan. Implementasinya membutuhkan kolaborasi lintas fungsi agar dapat berjalan secara bertahap, terukur, dan memberikan dampak nyata,” ujar Yayuk.
Sementara itu, Belinda Sofia Nuraeni memaparkan implementasi ESG dalam konteks industri konstruksi, termasuk keterkaitannya dengan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kesehatan lingkungan, pengelolaan limbah, efisiensi energi, serta pemantauan dampak lingkungan proyek terhadap masyarakat sekitar.
Belinda juga menjelaskan bahwa penerapan ESG membutuhkan kompetensi yang semakin relevan bagi profesional masa depan, antara lain kemampuan manajemen risiko, audit, pengolahan dan analisis data, pemahaman regulasi, komunikasi, kolaborasi lintas fungsi, serta adaptasi terhadap digitalisasi.
Melalui kegiatan ini, WEGE turut memperkenalkan berbagai aspek implementasi ESG di lingkungan perusahaan, mulai dari pengelolaan energi dan air, pengurangan emisi dan limbah, penerapan K3, pengembangan sumber daya manusia, etika bisnis, integritas dan anti-penyuapan, manajemen risiko, hingga pelaporan keberlanjutan.
Kolaborasi antara WEGE dan FKM UAD ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan antara dunia industri dan akademik, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan dan mampu berperan sebagai pemimpin masa depan yang berwawasan ESG.
Sebagai perusahaan konstruksi gedung, WEGE terus berkomitmen memperkuat prinsip keberlanjutan dalam proses bisnisnya sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi mitra yang terpercaya dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan.