"Dengan fondasi keuangan yang semakin sehat, disiplin pengelolaan risiko, serta strategi bisnis yang lebih selektif dan berkelanjutan, WIKA Gedung terus memperkuat ketahanan usaha untuk menghadapi dinamika industri konstruksi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan."
Para pemegang saham dan pemangku kepentingan yang terhormat,
Industri konstruksi nasional terus bergerak dalam lingkungan yang dinamis, dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi, kebutuhan pembangunan infrastruktur, serta tuntutan terhadap praktik bisnis yang semakin efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Di tengah kondisi tersebut, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WIKA Gedung terus berfokus pada penguatan fundamental perusahaan sebagai landasan utama untuk menjaga kesinambungan usaha.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mengambil langkah strategis melalui perbaikan struktur keuangan, pengendalian liabilitas, serta penataan akun-akun historis secara lebih konservatif dan transparan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen manajemen untuk memastikan bahwa neraca Perseroan mencerminkan kondisi yang lebih sehat, kredibel, dan siap mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2025, total liabilitas Perseroan berhasil turun sebesar 33,6% secara tahunan, dari Rp3,12 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp2,07 triliun pada 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama didorong oleh berkurangnya pinjaman bank jangka pendek sebesar 79,14%, dari Rp350,00 miliar menjadi Rp73,04 miliar. Langkah deleveraging tersebut menunjukkan kesungguhan Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan, mengendalikan beban keuangan, dan meningkatkan fleksibilitas arus kas.
Memasuki Kuartal I-2026, tren perbaikan tersebut terus berlanjut. Total liabilitas Perseroan kembali turun menjadi Rp1,92 triliun, sementara Debt to Equity Ratio atau DER membaik menjadi 0,99x dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar 1,05x. Rasio lancar Perseroan juga meningkat menjadi 1,80x, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kecukupan aset lancar terhadap kewajiban jangka pendek. Selain itu, beban keuangan turun menjadi Rp3,79 miliar dari Rp7,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebagai hasil dari pengendalian biaya pendanaan yang lebih efektif.
Pada tahun 2025, WIKA Gedung mencatat posisi kas dan setara kas yang tetap terjaga sebesar Rp391,13 miliar. Di sisi lain, diversifikasi bisnis turut memberikan kontribusi terhadap stabilitas pendapatan, salah satunya melalui segmen properti yang membukukan pendapatan sebesar Rp40,11 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan terus mengoptimalkan portofolio bisnis non-konstruksi sebagai salah satu pilar pendukung ketahanan usaha.
Pada Kuartal I-2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp213,62 miliar dengan laba bruto sebesar Rp10,63 miliar. Di tengah kondisi industri yang masih menantang, Perseroan tetap memprioritaskan efisiensi operasional, pengelolaan risiko, dan optimalisasi portofolio proyek yang lebih selektif serta sehat secara arus kas.
Dari sisi perolehan kontrak baru, hingga Maret 2026 Perseroan telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp464,67 miliar. Perolehan tersebut mencakup sejumlah proyek strategis, antara lain Proyek Sekolah Rakyat, Halte BRT Medan, RSUD Rupit, Hunian ASN, serta Hunian Kementerian Pekerjaan Umum. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan di tengah dinamika pasar konstruksi nasional.
Dalam menghadapi tantangan industri, WIKA Gedung menerapkan strategi bisnis yang lebih selektif, prudent, dan berorientasi pada kesehatan arus kas. Perseroan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kontrak, tetapi juga memastikan bahwa setiap peluang proyek memiliki kualitas bisnis yang baik, risiko yang terukur, serta kontribusi yang positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Strategi Perseroan diarahkan pada empat fokus utama, yaitu penguatan struktur keuangan, selektivitas proyek, efisiensi operasional, dan pengembangan solusi konstruksi yang inovatif serta berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi penting agar Perseroan mampu menjaga ketahanan usaha sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Dari sisi keuangan, Perseroan terus menjalankan pengendalian liabilitas, optimalisasi arus kas, dan efisiensi biaya pendanaan. Dari sisi operasional, Perseroan memperkuat disiplin pelaksanaan proyek, pengelolaan risiko, serta pengendalian biaya agar setiap proyek dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap profitabilitas dan arus kas.
Perseroan juga terus mendorong pengembangan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pasar dan arah transformasi industri konstruksi nasional. Komitmen terhadap aspek Environmental, Social, and Governance atau ESG tetap menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan, khususnya dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan fondasi yang semakin kuat, WIKA Gedung akan terus menjaga momentum perbaikan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing perusahaan. Kami percaya bahwa melalui disiplin, kolaborasi, dan komitmen terhadap transformasi berkelanjutan, Perseroan dapat terus memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham, pelanggan, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.