Sambutan Direktur Utama

 

"Melalui peningkatan secara berkelanjutan dan upaya pengembangan strategi melalui aktivitas penciptaan nilai, WIKA Gedung berhasil mencapai laba bersih sebesar IDR 295,75 miliar di tahun 2017, naik 106,23% dari realisasi laba bersih di tahun 2016 sebesar IDR 143,23 miliar."

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Menghadapi tahun 2017 yang masih dihadapkan oleh potensi risiko global, Pemerintah Indonesia merespon melalui penetapan kebijakan fiskal yang kredibel, efisien dan efektif secara berkesinambungan. Kebijakan fiskal yang tertuang dalam APBN 2017 tersebut dibingkai oleh asumsi kerangka makro yang tidak terlepas dari adanya pengaruh kondisi dalam negeri maupun global.

Prospek pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan terus membaik didukung oleh perekonomian Amerika Serikat yang terus menguat diikuti oleh membaiknya ekonomi Jepang dan Tiongkok, khususnya investasi di sektor infrastruktur. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu didorong oleh belanja infrastruktur Pemerintah dalam rangka menguatkan sektor produktif seperti konstruksi sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian. Tidak hanya itu, sebanyak 14 (empat belas) paket kebijakan yang telah diluncurkan Pemerintah diharapkan dapat mendorong investasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas ekonomi makro. Data Biro Pusat Statistik menjelas­kan bahwa perekonomian Indonesia menguat pada kuartal ketiga tahun 2017, didukung kenaikan harga komoditas, meningkatnya permintaan ekspor, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, dan tingkat inflasi terkendali.

Dalam menjalankan usahanya di bidang konstruksi, investasi dan konsesi, Perusahaan menerapkan pola Bisnis Inti, Backward Integration, dan Forward Integration. Bisnis inti Perusahaan adalah sebagai penyedia jasa konstruksi gedung mulai dari jasa studi kelayakan, perancangan, konstruksi, operation & maintenance, dan pendanaan. Strategi backward integration bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan atas bisnis inti Perusahaan. Perusahaan akan mengembangkan bisnis di bidang industri pracetak dan modular serta geoteknik. Strategi forward integration dilakukan melalui transformasi bisnis properti ke investasi dan konsesi untuk memperoleh seluruh pekerjaan konstruksi dari investasi dan konsesi tersebut, serta memperoleh pendapatan berulang. Sebagai space provider, Perusahaan akan bekerjasama dalam membangun fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan, pengembangan kawasan TOD, pelabuhan, prasarana infrastuktur sosial, dan sebagainya.

Realisasi order book tahun 2017 sebesar Rp. 12,94 trilliun atau 100% dari rencana sebesar Rp. 12,92 triliun. Realisasi Order book terdiri dari: kontrak bawaan (carry over) tahun 2016 sebesar Rp. 5,62 triliun dan kontrak baru sebesar Rp. 7,32 triliun. Laba bersih per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 295,7 miliar melebihi dari target sebesar Rp. 286 miliar.

Perolehan kontrak selama tahun 2017 mengalami peningkatan signifikan terutama dalam porsi Pemerintah. Perusahaan memiliki beberapa proyek besar Pemerintah dan swasta antara lain: Equestrian Park Pulomas, Jakarta International Velodrome, Gedung Mabes Polri, Rusunawa Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Masjid Raya Gedebage Bandung, Transmart Sidoardjo, Trans Studio Cibubur, Apartemen Tamansari Iswara, Arandra Residence. Peningkatan perolehan kontrak segmen Pemerintah ini sebagai buah hasil bergabungnya Departemen Bangunan Gedung WIKA ke Perusahaan tahun 2016. Dalam menghadapi persaingan usaha memperoleh omzet kontrak baru, Perusahaan senantiasa mengacu kepada key success factor dengan memperhatikan kepastian sumber pendanaan dan kredibilitas pelanggan baru.

Kami mewakili Direksi ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Kami memberikan penghargaan kepada segenap insan WEGE yang telah bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan usaha secara berkesinambungan.