Sambutan Direktur Utama

"Terlepas dari berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi sepanjang tahun 2019, Perusahaan berhasil meraih pencapaian-pencapaian yang membanggakan."

Para pemegang saham dan pemangku kepentingan yang terhormat,

Kondisi geopolitik global yang banyak dipengaruhi oleh ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok serta tren perekonomian dunia yang cenderung menunjukkan perlambatan di sepanjang tahun 2019 perlu menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal. Sedangkan dari sisi dalam negeri, kondisi perekonomian lebih banyak dipengaruhi oleh Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung di pertengahan tahun.

Kondisi tersebut mempengaruhi pencapaian kinerja Perusahaan khususnya terhadap penurunan potensi pasar konstruksi di mana Perusahaan mengambil langkah konsolidasi sebagai upaya penguatan infrastruktur perusahaan untuk menghadapi tahun 2020 dan seterusnya.

Di tengah kondisi yang penuh tantangan tersebut, Perusahaan tetap berupaya mewujudkan kinerja positif melalui penerapan strategi usaha yang efektif serta efisiensi yang berkelanjutan. Dalam menjalankan usahanya di bidang konstruksi, investasi dan konsesi, Perusahaan telah menetapkan empat strategi utama yang diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan dari tahun ke tahun. Adapun penerapan keempat strategi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Strategi Pengembangan Usaha.

Dalam mengembangkan usahanya, Perusahaan menerapkan pola Bisnis Inti, Backward Integration, dan Forward Integration. Bisnis inti Perusahaan adalah sebagai penyedia jasa konstruksi gedung yang mencakup jasa studi kelayakan, perencanaan, perancangan, konstruksi, Operation dan Maintenance. Strategi backward integration bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan atas bisnis inti Perusahaan di mana WEGE merupakan perusahaan konstruksi pertama yang mengusung bisnis industri pracetak dan modular sehingga menjadi pelopor dalam desain maupun konsep. Sedangkan strategi forward integration dilakukan melalui transformasi bisnis properti ke konsesi untuk memperoleh seluruh pekerjaan konstruksi dari konsesi tersebut serta untuk menghasilkan pendapatan berulang di tahun mendatang.

2. Strategi Pemasaran.

 Strategi ini ditempuh antara lain dengan mengedepankan customer engagement melalui reliability products, berperan aktif pada fasilitas proyek infrastruktur seperti bandara, TOD, healthcare, kampus dan sebagainya, serta berperan aktif pada program pemerintah dalam penyediaan satu juta rumah melalui industrialisasi pracetak dan modular.

3. Strategi Operasional.

 Strategi operasional ditempuh melalui pemenuhan standar internasional, pengembangan SDM baik dalam hal pemenuhan kapasitas maupun kapabilitas, pengembangan sistem teknologi informasi dengan cara menyiapkan infrastruktur TI yang baru, memperbaharui tampilan situs Perusahaan, serta sentralisasi dokumen. Selain itu, implementasi strategi ini juga difokuskan dalam pengembangan pola sumber pendanaan dan pembiayaan serta upaya-upaya pengembangan usaha secara anorganik.

4. Strategi Keuangan.

Untuk menjaga kelangsungan usaha, Perusahaan sangat selektif dalam pemilihan pelanggan. Di samping itu, Perusahaan juga memfokuskan belanja modal untuk pengembangan usaha yang berpotensi menghasilkan recurring income.

Secara keseluruhan, pencapaian Perusahaan terhadap RKAP 2019 mencapai 80%. Namun demikian, melalui implementasi strategi serta review kinerja yang dilakukan secara berkala, Perusahaan tetap berhasil mewujudkan kinerja positif yang menunjukkan pertumbuhan dari tahun 2018. Kinerja positif ini dapat dilihat melalui realisasi Order Book di tahun 2019 sebesar Rp17,42 trilliun atau 76,45% dari rencana sebesar Rp22,78 triliun namun tumbuh dari pencapaian tahun 2018 sebesar Rp16,42 triliun. Realisasi Order Book terdiri dari kontrak bawaan (Carry Over) tahun sebelumnya sebesar Rp7,70 triliun dan kontrak baru sebesar Rp9,71 triliun di mana pencapaian kontrak baru tersebut lebih tinggi dari tahun 2018 sebesar Rp7,45 triliun. Pendapatan dibukukan sebesar Rp4,57 triliun dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp456,37 miliar atau tercapai 85,55% dari RKAP 2019 sebesar Rp533,03 miliar dan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp444,50 miliar.

Beberapa kontrak baru yang menjadi sorotan kinerja Perusahaan di tahun 2019 antara lain mencakup proyek Jakarta International Stadium (JIS) dengan total nilai kontrak sebesar Rp3,7 triliun sebagai pemimpin proyek pada KSO tersebut dengan porsi kontrak kerja Rp1,8 triliun. Selain itu, di tahun 2019 Perusahaan juga mendapatkan kontrak sebesar Rp2,07 triliun untuk pembangunan apartemen high-end The Pakubuwono Patra Kuningan melalui pembentukan joint venture dengan WIKA Realty dan Patra Jasa.

Pencapaian kontrak ini menunjukkan bahwa seiring dengan tingkat pertumbuhan yang agresif, Perusahaan juga dituntut untuk mengambil langkah strategis agar dapat mewujudkan hal tersebut. Hal ini antara lain diwujudkan dengan melandaskan strategi pada upaya penciptaan peluang sehingga Perusahaan kini tidak hanya mengandalkan atau menunggu tender namun bergerak lebih aktif untuk menjemput peluang bisnis yang ada.

Secara keseluruhan, di tahun 2019 ini Perusahaan berhasil mewujudkan pencapaian yang cukup menggembirakan. Empat strategi usaha yang diterapkan oleh Perusahaan di bidang pengembangan usaha, pemasaran operasi, dan keuangan terbukti dapat mengantarkan Perusahaan mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik.

Pencapaian positif Perusahaan di bidang keuangan dan operasional tentunya juga tercermin pada kinerja saham Perusahaan yang mengalami peningkatan di atas 20%. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Perusahaan selama tahun 2019 diapresiasi dengan baik oleh pasar.

Kami mewakili Direksi ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Kami memberikan penghargaan kepada segenap insan WEGE yang telah bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan usaha secara berkesinambungan.