102

Investor  & Analyst Meeting WIKA Gedung

WIKA Gedung menyelenggarakan Analyst dan Investor Meeting bertempat di restoran Basic Instinc, SCBD Sudirman Jakarta (27/2). Jajaran Direksi WIKA Gedung yang hadir untuk mempresentasikan kinerja WIKA Gedung di antara lain Direktur Utama Nariman Prasetyo, Direktur Human Capital, Investasi dan Pengembangan Nur Al Fata, Direktur Keuangan Abiprayadi Riyanto, dan Direktur Operasi I Widhi Pudjiyono.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri sekitar 30 perwakilan analis keuangan dari sekuritas dan Investor yang berasaal dari lokal maupun regional. Acara ini berjalan dalam suasana santai sembari diikuti dengan makan siang bersama.  Berlangsung selama kurang lebih dari dua jam , di sesi pertama mulai dengan presentasi dan sekaligus di buka oleh Direktur Utama Nariman Prasetyo. Beberapa poin-point utama yang menjadi bahasan di antara lain adalah; Operational Highlight, Financial Highlight, 2019 Outlook, dan IPO Proceed.

Dalam Pembukaan yang disampaikan oleh jajaran direksi WIKA Gedung Juga menyampaikan apresiasi sebesar - besarnya kepada Para Analyst dan Investor untuk Support yang kepada Perusahaan selama ini. Direksi juga menginformasikan bahwa pergerakan kinerja keuangan WIKA Gedung semakin meningkat ke arah yang semakin positif. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya arus kas positif pada akhir tahun 2018 sebesar 1,7 Triliun Rupiah.

Disisi lain dari pengunaan realisasi pengunaan dana IPO hingga akhir Desember 2018 lalu, dengan alokasi dana sebesar 70% di sektor Pengembangan Bisnis dengan  penjabaran serapan dana untuk Infrastruktur Sosial senilai 98,6 Triliun Rupiah dan Asset Tetap senilai 54,2 Tiliun Rupiah. Sedangkan alokasi dana sebesar 30% yang diperuntukkan untuk Modal Kerja sebesar 30% yaitu sebesar 211,5 Triliun Rupiah sehingga total keseluruhan penggunaan dana IPO sebesar 364,3 Triliun Rupiah.

WIKA Gedung berharap sebanyak 15% pendapatan berasal dari recurring income alias pendapatan berulang. Oleh karena itu WIKA Gedung akan memperbanyak proyek dalam skema konsesi dan Build, Operate and Transfer (BOT). WIKA Gedung menyiapkan angaran Rp 600 miliar tahun ini. Dana tersebut bagian dari total alokasi anggaran Rp 2,5 triliun–Rp 3 triliun yang mereka alokasikan dalam lima tahun untuk memperkuat sumber recurring income.

Pada sesi kedua, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Dalam sesi ini para peserta meeting yang terdiri dari analis keuangan cukup antusias menanyakan terkait dari pengembangan bisnis WIKA Gedung secara backward yaitu Modular. Produk Modular merupakan karya inovasi teranyar yang dimiliki oleh WIKA Gedung saat ini yang telah banyak dimplementasikan dalam proyek-proyek startegis WIKA Gedung. Setelah berakhirnya diskusi tanya jawab, Direktur Utama Nariman Prasetyo menutup acara tersebut dan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Para Analis & Investor WIKA Gedung.