Manajemen Risiko

 

Dalam perjalanannya, WIKA Gedung senantiasa menghadapi perkembangan lingkungan internal dan eksternal yang sangat pesat sehingga menimbulkan ketidakpastian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Melalui manajemen risiko, perusahaan berusaha meminimalkan terjadinya ancaman dan memaksimalkan peluang yang ada. Penerapan manajemen risiko di Perusahaan mengacu pada berbagai pedoman dan kebijakan manajemen risiko yang juga berlaku di industri. Sebagai dasar penerapan manajemen risiko yang berlaku di skala internasional, infrastruktur manajemen risiko perusahaan  berdasarkan ISO 31000:2009 dapat dilihat melalui skema berikut:

Manajemen risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses manajemen untuk mengidentifikasi potensi-potensi risiko yang dihadapi Perusahaan beserta langkah-langkah mitigasi untuk mengeliminasi dampak dari risiko. Perusahaan berkomitmen untuk mengelola risiko secara konsisten dan berkesinambungan.

 Elemen langkah-langkah dalam manajemen risiko meliputi:

  1. Penetapan tujuan Menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan dilakukan mencakup identifikasi tujuan dari proyek yang akan dilakukan, penentuan waktu dan tempat pelaksanaan proyek, penentuan wilayah tanggung jawab setiap unit, koordinasi antara satu proyek dengan yang lainnya.
  2. Identifikasi risiko Mengidentifikasi apa dan bagaimana faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut.
  3. Analisis risiko Menentukan kemungkinan dan konsekuensi yang akan terjadi.
  4. Evaluasi risiko Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Tingkatan risiko yang ada untuk beberapa bahaya (hazards) dibuat tingkatan prioritas risiko.
  5. Pengendalian risiko Menyiapkan dan melaksanakan rencana penanggulangan risiko serta melakukan penurunan derajat kemungkinan dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan metode transfer/mitigasi risiko.
  6. Monitor dan Review Monitor dan Review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan;
  7. Komunikasi dan konsultasi Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan eksternal Perusahaan untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.

Manajemen risiko Perusahaan diterapkan di level strategis dan level operasional. Manajemen risiko juga diterapkan pada proyek yang spesifik, untuk membantu proses pengambilan keputusan.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO 

Perusahaan mendefinisikan Indikator Kinerja Utama (KPI) sebagai bagian dari implementasi manajemen risiko yang terdiri dari:

  1. Risk Maturity Level Penilaian tingkat maturity risiko Perusahaan dilakukan oleh pihak yang memiliki kredibilitas untuk mengevaluasi dan memberi masukan terkait pengelolaan manajemen risiko.
  2. Audit Manajemen Risiko Audit manajemen risiko ini dilakukan secara terintegrasi dengan Satuan Pengawas Internal (SPI) Perusahaan.
  3. Risk Program Program Risiko Perusahaan adalah pelatihan dan/atau sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi terhadap identifikasi risiko. Perusahaan telah mengadakan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen risiko seperti yang telah diungkapkan pada bab Profil Perusahaan.